BRMP Sulteng Kawal Percepatan Finalisasi CPCL Program Hilirisasi Kelapa Tahap I di Tiga Kabupaten
Sulawesi Tengah, 17 April 2026 – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Tengah terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung percepatan implementasi Program Hilirisasi Perkebunan Kelapa melalui pengawalan intensif penyelesaian dokumen Calon Petani dan Calon Lahan (CPCL) Tahap I.
Kegiatan pengawalan ini dilaksanakan pada 13 hingga 18 April 2026 dan mencakup tiga kabupaten, yaitu Kabupaten Parigi Moutong dengan kegiatan peremajaan seluas 300 hektare, Kabupaten Tojo Una-Una dengan kegiatan perluasan seluas 200 hektare, serta Kabupaten Banggai dengan kegiatan peremajaan seluas 2.500 hektare.
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan koordinasi bersama Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Tengah dan tim Direktorat Jenderal Perkebunan sebagai langkah strategis dalam mendorong percepatan penyelesaian CPCL. Koordinasi ini menjadi kunci dalam memastikan sinergi lintas sektor serta kesesuaian mekanisme pelaksanaan program dengan ketentuan yang berlaku.
Dalam prosesnya, verifikasi dokumen CPCL dilakukan secara berjenjang dan sistematis, dimulai dari tingkat petani, diverifikasi oleh Dinas Kabupaten, dilanjutkan ke Dinas Provinsi, hingga pada tahap akhir dilakukan verifikasi oleh BRMP sebelum diusulkan ke Direktorat Jenderal Perkebunan.
Selanjutnya, tim BRMP Sulawesi Tengah melakukan koordinasi langsung dengan Dinas Perkebunan Kabupaten untuk memantau progres penyusunan dokumen CPCL sekaligus mendorong percepatan penyelesaiannya agar dapat segera diajukan sesuai target program. Pada kesempatan ini, kelompok tani juga didampingi dalam proses pembukaan rekening sebagai bagian dari kesiapan administrasi penyaluran bantuan.
Tidak hanya aspek administratif, pengawalan juga dilakukan melalui kunjungan ke lokasi pembibitan untuk memastikan ketersediaan bibit kelapa. Hasil peninjauan menunjukkan bahwa kebutuhan bibit Tahap I telah tersedia dan siap mendukung luasan kegiatan, dengan menggunakan varietas unggul lokal yang adaptif terhadap kondisi wilayah setempat.
Dalam rangka memperkuat pelaksanaan di lapangan, tim juga menggelar pertemuan bersama kelompok tani dan penyuluh pertanian. Pada kesempatan tersebut, disampaikan pentingnya pendokumentasian setiap tahapan kegiatan, mulai dari persiapan lahan hingga penanaman, sebagai bagian dari pelaporan dan bentuk akuntabilitas pelaksanaan program.
Peran strategis penyuluh pertanian turut menjadi perhatian utama dalam kegiatan ini. Keterlibatan aktif penyuluh diharapkan mampu memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai ketentuan, sekaligus memperkuat pendampingan kepada petani di lapangan.
Pengawalan yang komprehensif ini, menegaskan komitmen BRMP Sulawesi Tengah dalam mendukung percepatan program strategis sektor perkebunan. Sinergi antara petani, penyuluh, dan pemerintah daerah diharapkan mampu mendorong keberhasilan program hilirisasi kelapa serta memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi petani.
Penulis : Dwiky Raditya La'lang
Editor : Irwan suluk Padang